Jenis-jenis Tinta untuk Percetakan

jenis Tinta untuk Percetakan

Salah satu bagian terpenting dari percetakan adalah tinta. Zat berwarna inilah yang akan ditempelkan pada bahan properti yang akan dicetak sehingga menghasilkan huruf, angka, semburan warna, gambar, dan aneka grafis lainnya yang menarik. Tinta memiliki jenis-jenis berdasarkan kualitas dan kebutuhan dari pemakainya. Oleh karena itu, jika kamu hendak membuka bisnis percetakan, kamu perlu tahu dulu jenis-jenis tinta yang dapat digunakan agar tidak salah saat melayani konsumen. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Beda Jenis Tinta, Beda Fungsi

jenis Tinta untuk Percetakan

Setidaknya ada tujuh jenis tinta yang biasanya digunakan dalam industri percetakan. Tapi lagi-lagi pemakaian jenis tinta tertentu harus memperhatian kebutuhan. Tidak semua tinta cocok untuk semua jenis kebutuhan cetak properti. Meskipun terlihat sepele, namun kesalahan pemiliha tinta bisa berakibat fatal bagi hasil cetak, dan terutama bisa memudarkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis percetakanmu. Makanya, ketahui dulu jenis-jenis tinta percetakan di bawah ini!

1. Tinta Pigment (Durabrite)

Tinta jenis pertama ini seringkali disebut juga dengan tinta durabrite. Kandungan dalam tinta ini membuat hasil cetak memiliki warna yang kuat dan tahan lama. Jika terkena air, tinta durabrite tidak mudah luntur. Sehingga tinta ini sangat cocok untuk mencetak properti seperti tali id card yang digunakan dengan durasi yang cukup lama. Tapi, jika kamu menggunakan tinta durabrite, kamu harus terus mengontrol pemakaiannya ya. Karena kalau tidak tinta bisa menyumbat cartride pada printer sehingga menimbulkan kerusakan parah.

2. Tinta Dye Base

Harga jenis tinta yang satu ini relatif sangat murah. Jadi wajar saja kalau banyak orang menggunakan tinta dye base pada mesin printer mereka. Keunggulan tinta ini terletak pada harganya yang terjangkau dan kualitasnya yang cocok untuk kertas HVS. Hanya saja tinta ini tidak tahan lama dan mudah luntur apabila terkena air. Dan jika terpapar sinar matahari secara terus menerus warnanya bisa memudar. Jadi, sebelum menggunakan tinta dye base, pertimbangkan dulu kebutuhanmu ya.

3. Tinta Solvent

Kalau ingin fokus pada percetakan spanduk, banner, backdrop, dan sejenisnya, maka tinta solvent adalah tinta yang pas untuk digunakan. Bahan yang terkandung dalam tinta ini membuat warna menjadi lebih tahan lama, tahan air, dan tidak mudah pudar jika terkena sinar matahari. Biasanya tinta solvent memang digunakan untuk properti luar ruangan (outdoor) karena ketahanannya yang cukup baik. Ciri khas dari tinta ini adalah baunya yang menyengat. Ya seperti bau spanduk yang baru dicetak itu lah.

4. Tinta Eco Solvent

Secara kualitas sebenarnya tinta eco solvent hampir sama dengan tinta solvent. Warna pada hasil cetakan bisa kuat, bagus, dan menarik. Hanya saja, yang membedakan tinta eco solvent dan tinta solvent biasa adalah tingkat ketahanannya. Tinta jenis ini tidak terlalu tahan jika terus terpapar sinar matahari dan hujan. Maka dari itu, penggunaan tinta ini sebaiknya untuk properti indoor.

5. Tinta Sublimation

Soal ketahanan tinta ini jnagn diragukan lagi. Percetakan yang banyak mencetak kaos, keramik, atau bahan kaca pasti menggunakan tinta jenis ini. Tinta sublimation memang sangat bagus untuk mencetak bahan-bahan tersebut. Biasanya tinta ini digunakan untuk printer infus. Komposisi di dalamnya meliputi pewarna, minyak, diluent, dan zat kimia lainnya yang tahan lama.

Itulah beberapa jenis tinta yang sudah jamak digunakan di industri percetakan. Tinggal kamu pilih mana yang sesuai dengan kebutuhanmu.

COMMENTS