Karakteristik dan Jenis Proyek Kontruksi Berdasarkan Objek yang Dibangun

Karakteristik dan Jenis Proyek Kontruksi Berdasarkan Objek yang Dibangun

Proyek kontruksi merupakan sebuah kegiatan yang terdiri dari kumpulan barang dan jasa yang bersifat sementara, tidak rutin, dan dengan sumber daya manusia atau jasa terbatas yang bekerja untuk mencapai tujuan proyek pembangunan yang telah ditetapkan.

Ada tiga karakteristik utama dari proyek konstruksi menurut Ervianto (2005) dalam buku fenomenalnya tentang teknik sipil, yaitu:

  1. Unik.
    Artinya seluruh kegiatan dalam proyek konstruksi tidak pernah sama, proyek juga bersifat sementara dan selalu dikerjakan oleh perusahaan konstruksi yang berbeda-beda.
  2. Membutuhkan sumber daya.
    Sumber daya untuk proyek kontruksi dapat berupa pekerja, uang, mesin, metode, dan material.
  3. Organisasi.
    Yaitu proyek kontruksi membutuhkan banyak orang yang memiliki keahlian dan ketertarikan yang berbeda dalam konstruksi kemudian disatukan dalam satu visi perencanaan.

Jenis- Jenis Proyek Kontruksi

Ada empat jenis konstruksi yang paling familiar, yaitu konstruksi gedung, perumahan, teknik sipil dan industri:

1. Proyek konstruksi bangunan gedung.

Proyek bangunan gedung diantaranya berupa gedung sekolah, gedung rumah sakit, rumah huni, kantor dan lain sebagainya yang memiliki skala rendah, menengah hingga tinggi. Perencanaan yang dibuat untuk membuat bangunan gedung ini haruslah sangat detail.

Untuk pembangunan gedung yang berhubungan dengan badan pemerintahan biasanya langsung diawasi langsung oleh DPU. Selain itu dalam memilih jasa kontraktor untuk proyek kontruksi gedung memiliki cara yang variatif tergantung skalanya, salah satu cara memilihnya adalah dengan melakukan lelang.

2. Proyek konstruksi  perumahan.

Proyek ini sengaja dipisahkan jenisnya dari proyek gedung karena memiliki proses perencanaan yang berbeda. Dalam proyek perumahan dibutuhkan perencanaan infrastruktur seperti jaringan tranfusi, jaringan air, dan fasilitas lainnya yang berhubungan dengan perumahan.

3. Proyek konstruksi teknik sipil.

Proyek ini merupakan proyek yang dikerjakan untuk fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, jalan kereta, bendungan dan lain sebagainya.

Menjalankan proyek ini sangat dibutuhkan managemen yang kuat dan pandai agar mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi di lapangan. Hal ini dikarenakan proyek sipil melibatkan area yang luas, material yang berkualitas dan metode pembangunan yang berbeda.

4. Proyek kontruksi industri.

Proyek ini adalah proyek indutri besar seperti industri pertambangan, nuklir dan industri besar lainnya. Dalam prosesnya, konstruksi industri membutuhkan managemen yang sangat baik sama halnya seperti proyek teknik sipil, material berkualitas tinggi dan jasa kontraktor yang memiliki keahlian khusus dalam mengerjakan proyek.

COMMENTS